Friday, March 8, 2013

Woy.

Woy.
Pending dulu dari nulis cerita-cerita pendek-pendek yang sekarang (sudah) tidak lagi menginspirasi dan terinspirasi yah.

Gue bingung ini sebenernya gue kenapa, apa capek, kadang kepikiran juga. Tapi kayaknya sih nggak capek juga. Dipikir pake otak, sebenernya gue nggak capek kok, karena kegiatan fisiknya ga ada. Yah, tapi....

.....
.....
.....

Gue lupa bilang bahwa sekarang gue jadi sekretaris di himpunan jurusan dan sub-organisasi dibawahnya. Nah, itu pasti lebih memudahkan untuk dibaca kan. Intinya adalah jadi sekretaris sebenernya nggak memusingkan kok. Gampang. Cuma bikin surat lalala yeyeye terus cari tanda tangan dan naro di subbagian akademik. Beberapa hari kemudian (atau malah bisa besoknya) udah bisa dicek dan diambil. Yang bikin agak pusing karena banyak banget aja kayaknya surat yang mesti dibikin. Hahaha. Yah. Begitulah. Surat ini-itu, izin ini-itu, pengantar ini-itu. Absensi. Notulensi. Data. Banyak ye.

Tapi, meski gue mengeluh ini-itu karena banyaknya yang harus dikerjain, gue sadar bahwa pekerjaan gue bukan apa-apa dibanding teman-teman yang lain. Bagian humas dan publikasi di organisasi ini kerjaannya harus mendesain dan mengedit ulang kalo itu nggak sesuai sama keinginan dosen penasihat organisasi. Mendesain proposal atau undangan atau poster atau stiker atau apapun itu nggak gampang lho. Bayangkan kalau harus mengedit berkali-kali hanya karena permintaan dosen penasihat (yang sebenernya gue juga bingung kenapa dia ikut campur sedemikian rupa di saat--menurut gue--kepentingannya hanya sebatas mengoreksi jika terjadi typo dalam proposal).

Kemudian, ada lagi bagian ketua atau ketua panitia yang sibuk jadi boneka atau kaki tangan sang dosen penasihat. Disuruh ini-itu, belum lagi membantu bawahan-bawahannya. Belum lagi menjadi perantara antara sang dosen penasihat dan bawahan-bawahannya. Khusus untuk organisasi ini, ketuanya agak sedikit berlebihan. Dia sangat membantu sampai-sampai lebih repot dari bawahan-bawahannya. Dia yang ambil cetakan undangan, dia yang bantu gue ngurus surat, dia yang bantu dosen penasihat memikirkan konsepnya. Pokoknya dia paling capek. Terutama karena dia juga mengambil dua kegiatan lain. Nggak tau diri.

Intinya adalah, gue menyadari bahwa meskipun gue merasa ingin menyerah dalam mengerjakan sesuatu, banyak orang yang lebih menderita dan lebih dilelahkan daripada gue. It works for everyone. So, let's keep up our spirits!

Cheers.