Mia...
Kutulis ini dengan bayangan tentangmu di pikiranku
Berkali-kali aku berpikir ulang, perlukah aku menuliskannya?
Tapi, iya, aku perlu.
Mia...
Yang akan kau baca mungkin tidak akan menyenangkan untukmu
Aku tetap perlu menuliskan ini
Karena itu, Mia, bacalah, dan dengarlah dengan hatimu:
Mia...
Dulu aku membencimu
Dengan kebencian yang bisa membuat bahkan setan tertunduk malu
Dulu aku cemburu
Dan kuanggap kamu sebagai pengganggu
Kamu dulu adalah serat-serat kuning di atas pagar tanaman
Kamu tidak seharusnya ada di sana, tapi kamu ada
Dengan sepenuh hatiku, Mia, aku tahu kamu tidak bermaksud
Tapi tetap aku dulu cemburu
Padamu yang malam itu menemaninya ke Kota Tua
yang dia percayakan cerita-ceritanya
yang selalu dia cari
yang karenamu dia datang tak peduli jarak dan waktu
Aku dulu cemburu
Padamu yang bisa terus berada di sisinya
Itu, Mia, adalah hal yang sangat sepele
Seperti udara yang setiap harinya kita hirup
Biasa, tapi nyata
Dan kenyataan itu dulu aku tidak suka
Mia...
Aku minta maaf
Karena berpikir sejahat itu tentangmu
Karena tidak seharusnya aku membenci matahari
Tidak seharusnya aku membenci hujan
Mia...
Sekarang lega sudah perasaanku
Terbebas sudah aku dari kebencian terhadapmu
Karena, Mia, sekarang terbebas sudah aku dari dia
Dia dan persahabatannya yang tidak kumengerti
No comments:
Post a Comment