Tuesday, December 2, 2014
.
Mungkin saya terlalu lama menunduk. Memandang layar bercahaya yang berhiasi kata, tenggelam dalam semesta yang dibuatnya. Memandang kertas kekuningan yang sama berhiasi kata, tenggelam pula dalam semesta yang dibuatnya. Karenanya, saat saya tengadahkan kepala itu dan saya tatap semesta yang diberikan kepada saya lalu saya abaikan, saya terkejut. Terkejut oleh banyaknya kepala-kepala lain menunduk, telinga-telinga lain menuli, mata-mata lain membuta. Bibir-bibir turun membentuk busur atau lurus seperti penggaris. Kami hidup tetapi tidak dalam semesta yang sama. Yang tertinggal dalam semesta yang sama tersebut adalah cangkang-cangkang kosong menunggu waktu mengubah raga menjadi debu.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment